PPLS


BPS salah satu badan terbesar di Indonesia,,, *ya iyalah,, mana ada badan sepanjang jalan dr.soetomo no 6-8*

maksud gw badan perstatistikan istilah kerennya,, padahal aslinya sih.. kerjaannya di lapangan ngumpulin data.. nah, di kantor ngarang data *istilah kerennya lagi adjust data*

akhir2 ni bps sibuk bener ngurusin orang miskin.. heh,, gak penting bener!!
BPS mau aja dibego-begoin ma SBY!!

padahal ntar kalo salah2,, bisa2 krunya BPS diganyang smua ma penduduk!!

Nah,,, alkisah… caelah..

biasalah,, setiap kegiatan di BPS tuh pasti ada yang namanya pengawasan …

nah ceritanya nih… ada suatu kecamatan yang emang rusuh tuh penduduknya. *padahal belon ada konsernya Dewi Persik,, coba kalo ada,,, goyang neh kecamatan*…

so,, we decided to go to that district!!

nama kecamatannya Mambi!!

Di kecamatan ini adalah seorang pak camat Mambi yang sangat disegani di dataran Mambi *yaiyalah,, masa di dataram mongolia*. Dari berbagai kisah dari mulut ke mulut *halah,, ciuman dong..* pak camat ini adalah sosok yang sangat diplomatis.

Suatu hari, datanglah para supervisor PPLS yang hendak mengawasi jalannya kegiatan menyesakkan ini. Karena bingung tak ada guide penunjukjalan (sungguh bodoh kami ini,, berani2nya masuk daerah orang tapi gak ada navigator!) , maka kami memutuskan untuk mengikuti hati nurani (sesungguhnya Allah menginginkan kita berjalan di jalan yang lurus!!).. Amiin,, semoga Allah mengampuni dosa-dosa mu anakku!!

Selang setahun kemudian, (aih,, keLAmaan,,).. selang beberapa jam kemudian,, kita pun tiba di suatu tempat dimana banyak sekali sapi-sapi menari di lumpuran sawah (sungguh seksi pemandangan ini).

Bos: Hei sadrak, mana pak camat yang mandraguna itu?

Sadrak (KTU) : mandra bukan disini pak.

Bos: (merah padam) Apa…???!!! bukan!! mana rumah pak camat?!!!!!

Selang beberapa waktu kemudian, kita pun tiba di rumah pak camat.

Tampak lesu dan sedih.

Bos: Pasti kamu gagal menemui pak camat…

Temen I: Yah, pak, maaf saya nggak bisa berenang…

Bos: LOh?? apa hubungannya??

Temen I : kan rumah pak camat lewatin sungai pak,, trus banyak kebo-kebo lagi menyelam sambil minum air

Bos : yah lewat ajah,, kan ada jembatan…

Teman I : jembatannya putus pak….

Bos menjadi putus asa… sampai seminggu kemudian, *gak deng,, paling sejam kemudian* datanglah seoarng warga sekitar. Wajahnya kusam kusut. Pakaiannya compang camping. Sekilas, tampak dia baru saja mengalami peristiwa-peristiwa sulit. Dengan senyum lebar, Bos mengajak ngomong oknum x tersebut (nama dirahasiakan, karena jujur.. gw mang gak tauk namanya).

Bos : Aha… Pasti kamu warga sini.

Oknum x : (tak berkata apa-apa *bingung*,, mungkin jika dilihat dari roman mukanya,, dy berkata.. loh??)

Bos : He he he… jadi sekarang mana dimana rumah pak camat?

Oknum x : menggerakkan tangannya sambil ngak-nguk-ngak-nguk (gagu dul)….

Bos dkk : Gubrakk!!

Udah ah,, ngantuk!!

Advertisements

~ by ketekbasahminggir on November 30, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: